Kisah Nyata
>> Kamis, 29 Agustus 2013
Hari ini masih terasa sekali suasana perayaan kemerdekaan. Bendera
merah putih berkibar di mana-mana, lagu Indonesia Raya berkumandang
dengan lantangnya. 68 tahun Indonesia merdeka, tapi warganya masih
berjuang, berjuang melawan kemiskinan dan berjuang untuk bisa menjadi
lebih baik dari sebelumnya.
Indonesia adalah negara
yang kaya, tapi sayang masih banyak sekali yang hidup di bawah garis
kemiskinan dan tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan. Ada yang
berakhir dengan bekerja karena tidak bisa melanjutkan ke perguruan
tinggi, ada yang berusaha sekuat tenaga agar bisa menjadi sarjana. Salah
satunya adalah Tya.
Gadis berkacamata ini lahir di
keluarga yang sederhana. Ayah dan ibunya adalah pegawai di perkebunan
kelapa sawit. Kehidupan keluarga Tya yang tidak berlebihan membuat Tya
terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke universitas.
Tya
tidak menyerah, dirinya ingin sekolah. Dengan berbekal kemampuannya
mengurus rumah, selepas ujian nasional Tya menjadi pembantu rumah tangga
di atasan tempat ayah ibunya bekerja. "Ayah tidak bisa bekerja lagi,
beban hidupku semakin berat. Akhirnya aku menjadi pembantu dan menabung
untuk membeli formulir SNMPTN" kenang Tya. Tya ingin bersekolah di
universitas negeri dan memiliki pekerjaan yang lebih baik agar bisa
membawa keluarganya menuju kehidupan yang lebih baik pula.
Sayang,
Tya tidak diterima ketika tes SNMPTN. Tidak patah arang, Tya kemudian
mencoba lewat jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) Universitas
Jambi jurusan Agroteknologi. Lewat seleksi ini, Tya akhirnya berhasil
lulus menjadi mahasiswa di sana. Gadis yang semasa sekolah SMA harus
naik truk karena tidak mampu membayar kendaraan umum ini begitu bahagia,
akhirnya cita-citanya untuk kuliah tercapai.
Karena
prestasinya, Tya mendapat beasiswa dan bisa kuliah tanpa khawatir akan
biaya yang harus dibayarkannya. Kini Tya sudah memasuki semester lima,
dan berencana untuk segera menuntaskan kuliahnya dan bekerja. "Saya
hingga hari ini tidak menyangka bahwa perjuangan dan jerih payah saya
ternyata bisa membawa saya menjadi mahasiswa dan berpendidikan seperti
teman-teman lainnya" ujar Tya lagi dengan suara penuh haru.
Lihatlah
Tya, gadis ini sampai harus naik truk dan jadi PRT demi biaya sekolah.
Sedangkan di luar sana, ada yang bunuh diri karena patah hati. Bila
manusia mau untuk rajin bersyukur, sesungguhnya kehidupan akan terasa
lebih bermakna dan akan jauh dari rasa putus asa. Bukan begitu ladies?
0 komentar:
Posting Komentar